HRGabut-Consultant HRGABUT CONSULTANT ← Semua Materi Belajar
LEVEL
DASAR
Materi Pelatihan HR · HRGabut-Consultant

Golongan & Jenjang Jabatan (Job Grading)

Sebelum bisa menyusun struktur & skala upah, perusahaan perlu tahu dulu cara mengelompokkan jabatan ke dalam golongan yang objektif. Ini dia dasarnya.

Fungsi Utama
Dasar Struktur Upah

Job grading adalah langkah awal sebelum menyusun struktur & skala upah.

Prinsip Hukum
Tanpa Diskriminasi

UU 13/2003 Pasal 5 & 6: perlakuan sama tanpa diskriminasi jadi prinsip dasarnya.

3 Metode Umum
Ranking · Klasifikasi · Poin Faktor

Dipilih sesuai skala dan kompleksitas perusahaan.

Ruang Iklan
Modul 1

Kaitannya dengan Regulasi

Job grading sendiri bukan istilah yang diatur rinci dalam undang-undang, tapi hasilnya (golongan jabatan) langsung bersinggungan dengan tiga rujukan berikut.

Unsur Wajib

Permenaker No. 1/2017

Golongan jabatan adalah salah satu dari lima unsur (golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, kompetensi) yang wajib dipertimbangkan saat menyusun struktur & skala upah.

Kewajiban Pengusaha

PP No. 36/2021

Pasal 21 ayat (1) mewajibkan pengusaha menyusun & menerapkan struktur & skala upah — dan itu mustahil dibuat tanpa golongan jabatan yang jelas lebih dulu.

Prinsip Dasar

UU No. 13/2003

Pasal 5 & 6: setiap pekerja berhak atas kesempatan dan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi. Job grading berbasis faktor objektif adalah salah satu cara memenuhi prinsip ini, bukan lewat suka-suka.

Modul 2

Apa Itu Job Grading?

Dua istilah yang sering tertukar: prosesnya, dan hasilnya.

Prosesnya

Job Grading

Proses mengevaluasi dan mengelompokkan jabatan berdasarkan faktor tertentu, untuk menentukan tingkatan atau golongannya.

  • Membandingkan jabatan satu dengan lainnya secara sistematis
  • Berdasarkan tanggung jawab, kompleksitas, dan kontribusi ke organisasi
  • Bisa pakai metode Ranking, Klasifikasi, atau Poin Faktor
  • Dilakukan sebelum menyusun rentang gaji (skala upah)
Hasilnya

Job Grade / Golongan

Label atau tingkatan (misal Golongan 1 s.d. 6) yang mewakili nilai relatif suatu jabatan dibanding jabatan lain.

  • Jabatan dengan nilai setara masuk golongan yang sama
  • Jadi dasar penetapan rentang gaji tiap golongan
  • Juga jadi acuan jenjang karier dan jalur promosi
  • Bisa ditinjau ulang saat organisasi berkembang
Singkatnya: Job Grading = prosesnya, Golongan/Job Grade = hasilnya. Golongan inilah yang nanti jadi input utama saat menyusun struktur & skala upah.
Modul 3

3 Metode Evaluasi Jabatan yang Umum Dipakai

Pilih sesuai ukuran perusahaan dan seberapa detail penilaian yang dibutuhkan.

MetodeCara KerjaPaling Cocok Untuk
Ranking (Peringkat) Jabatan dibandingkan langsung satu sama lain, lalu diurutkan dari yang tanggung jawabnya paling ringan sampai paling berat — tanpa skor rinci. Usaha kecil dengan jumlah jabatan sedikit. Cepat & sederhana, tapi makin banyak jabatan makin rawan subjektif.
Klasifikasi (Classification) Dibuat dulu deskripsi tiap kelas/golongan, lalu tiap jabatan dicocokkan masuk ke kelas yang paling sesuai. Organisasi dengan struktur yang sudah baku. Mudah diterapkan ke banyak jabatan, tapi kurang detail untuk perbedaan yang halus.
Poin Faktor (Point Factor) Tiap jabatan diberi skor pada beberapa faktor (skill, usaha, tanggung jawab, kondisi kerja), lalu skornya dijumlah jadi total poin. Perusahaan menengah-besar yang butuh objektivitas tinggi. Paling terukur & adil, tapi proses awal menyusunnya lebih lama.
Modul 4

4 Faktor yang Biasa Dinilai

Khusus metode Poin Faktor, empat faktor ini yang paling umum jadi dasar penilaian (compensable factors) — bobot tiap faktor bisa disesuaikan kebijakan masing-masing perusahaan.

Faktor 1

Keahlian (Skill)

Pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menjalankan jabatan.

Faktor 2

Usaha (Effort)

Beban fisik maupun mental yang harus dikeluarkan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Faktor 3

Tanggung Jawab

Cakupan keputusan, orang, atau aset perusahaan yang berada di bawah jabatan tersebut.

Faktor 4

Kondisi Kerja

Risiko, lingkungan kerja, dan tekanan yang dihadapi dalam menjalankan jabatan.

Modul 5

Yang Perlu Dilakukan & Yang Perlu Dihindari

Supaya hasil job grading benar-benar dipakai, bukan cuma jadi dokumen tanpa fungsi.

Yang Perlu Dilakukan

  • Susun job description akurat untuk tiap jabatan sebelum mulai grading
  • Tentukan faktor evaluasi yang relevan dengan bisnis Anda
  • Libatkan lintas departemen supaya penilaian tidak bias sepihak
  • Validasi hasil ke manajemen sebelum diterapkan resmi
  • Sosialisasikan hasil golongan ke karyawan terkait

Yang Perlu Dihindari

  • Menentukan golongan hanya berdasarkan jabatan di kartu nama, tanpa cek isi pekerjaan sebenarnya
  • Menilai sendirian tanpa melibatkan pihak lain (rawan bias personal)
  • Membiarkan golongan tidak pernah ditinjau ulang meski jabatan sudah banyak berubah
  • Langsung menentukan gaji tanpa menyelesaikan golongan lebih dulu
Dampak Kalau Diabaikan

Risiko Kalau Job Grading Dilakukan Asal-asalan

Karyawan senior bisa digaji lebih rendah dari junior di golongan yang salah
Jenjang karier jadi tidak jelas, karyawan bingung harus menuju posisi apa
Struktur & skala upah yang dibangun di atasnya ikut tidak akurat
Berpotensi menimbulkan kecemburuan dan sengketa internal soal keadilan gaji
Modul 6

Alur Sederhana Menyusun Job Grading

Versi dasar yang bisa langsung dipraktikkan, sebelum masuk ke perhitungan yang lebih rinci.

Langkah 1
Susun Job Description
Pastikan tiap jabatan punya deskripsi tugas, tanggung jawab, dan syarat yang jelas dan terbaru.
Langkah 2
Pilih Metode
Ranking untuk usaha kecil dengan sedikit jabatan, Klasifikasi atau Poin Faktor untuk yang lebih besar dan butuh objektivitas lebih tinggi.
Langkah 3
Tentukan Faktor Penilaian
Khusus metode Poin Faktor: pilih faktor yang relevan (skill, usaha, tanggung jawab, kondisi kerja), lalu beri bobot sesuai prioritas perusahaan.
Langkah 4
Beri Skor & Hitung Total Poin
Tiap jabatan dinilai pada setiap faktor, lalu skornya dijumlahkan menjadi total poin per jabatan.
Langkah 5
Kelompokkan ke Golongan
Jabatan dengan rentang poin yang berdekatan dikelompokkan ke golongan yang sama.
Langkah 6
Validasi ke Manajemen
Cek ulang bersama manajemen untuk memastikan tidak ada anomali, misalnya jabatan yang lebih berat tapi golongannya lebih rendah.
Langkah 7
Hubungkan ke Struktur & Skala Upah
Golongan yang sudah final ini yang selanjutnya dipakai sebagai dasar menyusun rentang gaji tiap golongan.
Langkah Selanjutnya

Sudah Punya Golongan? Lanjut Susun Rentang Gajinya

Golongan hasil job grading di atas bisa langsung jadi input Golongan di Generator Struktur & Skala Upah dari HRGabut-Consultant.

Buka Generator Struktur & Skala Upah →
FAQ

Pertanyaan yang Sering Muncul

Seputar hal-hal yang sering jadi pertanyaan saat mulai belajar job grading.

Tidak harus serumit perusahaan besar. Usaha kecil bisa mulai dari metode Ranking sederhana — cukup urutkan jabatan yang ada dari tanggung jawab paling ringan ke paling berat, tanpa perlu skor faktor yang rinci.
Job description menjelaskan "apa yang dikerjakan" dalam suatu jabatan (tugas, tanggung jawab, syarat). Job grading menilai dan mengelompokkan jabatan itu ke suatu tingkatan/golongan berdasarkan job description tersebut. Job description adalah bahan bakunya, job grading adalah prosesnya.
Ranking biasanya paling praktis untuk usaha baru dengan jumlah jabatan masih sedikit. Begitu jumlah jabatan bertambah dan struktur organisasi makin kompleks, bisa naik ke metode Klasifikasi atau Poin Faktor.
Bisa, dan memang sebaiknya ditinjau ulang secara berkala — terutama saat ada jabatan baru, perubahan tanggung jawab signifikan, atau organisasi berkembang.
Tidak wajib, terutama untuk skala kecil-menengah dengan metode Ranking atau Klasifikasi sederhana. Konsultan biasanya lebih dibutuhkan saat perusahaan memakai metode Poin Faktor yang detail atau punya banyak jabatan yang perlu dibandingkan.
Modul 7

Studi Kasus Sederhana

Situasi nyata di usaha kecil-menengah. Klik tiap kartu untuk melihat analisisnya.

Situasi: Pemilik mengurutkan langsung 3 jabatan (barista, kasir, kepala kedai) dari yang tanggung jawabnya paling ringan ke paling berat, tanpa tabel skor rumit.
Analisis: Tepat. Ini contoh metode Ranking yang pas untuk usaha kecil dengan jumlah jabatan sedikit — cepat dan cukup untuk kebutuhan saat ini.
Metode Sesuai
Situasi: Perusahaan dengan puluhan jabatan berbeda tetap memakai metode Ranking — HR hanya menebak-nebak urutan jabatan tanpa faktor penilaian yang jelas.
Analisis: Kurang tepat. Dengan jumlah jabatan sebanyak ini, metode Ranking jadi sangat rawan subjektif. Metode Klasifikasi atau Poin Faktor akan jauh lebih akurat.
Perlu Metode Lain
Situasi: HR menetapkan golongan tiap jabatan sendirian, hanya berdasarkan nama jabatan di kartu nama, tanpa mengecek isi pekerjaan sebenarnya atau melibatkan atasan langsung.
Analisis: Berisiko bias. Golongan seharusnya didasarkan pada isi pekerjaan riil (job description) dan melibatkan lebih dari satu pihak, bukan asumsi dari nama jabatan saja.
Rawan Bias
Situasi: Perusahaan menggunakan metode Poin Faktor dengan 4 faktor (skill, usaha, tanggung jawab, kondisi kerja), memberi bobot tiap faktor, lalu memvalidasi hasilnya ke manajemen sebelum diterapkan.
Analisis: Ini contoh penerapan yang ideal untuk perusahaan menengah-besar — sistematis, terukur, dan sudah melalui proses validasi.
Sesuai Praktik Baik
Modul 8

Uji Pemahaman

Jawab 7 pertanyaan berikut untuk mengecek pemahaman dasar Anda.

1 / 7
Hasil Akhir
0/7
Penutup

Ringkasan Poin Kunci

Enam hal yang paling penting diingat setelah menyelesaikan modul dasar ini.

01

Proses vs Hasil

Job Grading adalah prosesnya, Golongan/Job Grade adalah hasilnya.

02

3 Metode Utama

Ranking, Klasifikasi, dan Poin Faktor — pilih sesuai skala perusahaan.

03

4 Faktor Umum

Skill, usaha, tanggung jawab, dan kondisi kerja jadi dasar metode Poin Faktor.

04

Job Description Dulu

Grading yang akurat selalu dimulai dari deskripsi jabatan yang jelas.

05

Prinsip Non-Diskriminasi

Penilaian berbasis faktor objektif, bukan suka-suka atau senioritas semata.

06

Gerbang ke Struktur Upah

Golongan hasil job grading adalah input utama menyusun struktur & skala upah.

Modul ini fokus ke pemahaman dasar dan metode Ranking/Klasifikasi yang sederhana. Perhitungan Poin Faktor yang lebih rinci (pembobotan, interpolasi ke rentang gaji) akan dibahas lebih dalam di modul tingkat lanjut.
Ruang Iklan