Panduan lengkap memahami Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu berdasarkan regulasi terkini.
Regulasi utama yang menjadi fondasi pengaturan PKWT dan PKWTT di Indonesia.
Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mengatur hak, kewajiban, dan jenis perjanjian kerja termasuk PKWT dan PKWTT secara komprehensif.
Fondasi UtamaPeraturan Pemerintah tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja, Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja yang memperbarui ketentuan sebelumnya.
Revisi TerkiniPeraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang tata cara perjanjian kerja waktu tertentu dan ketentuan detail pelaksanaannya di lapangan.
ImplementasiPemahaman dasar tentang kedua jenis perjanjian kerja yang diakui dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia.
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu — perjanjian kerja yang dibuat untuk jangka waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu.
Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu — perjanjian kerja yang tidak ditentukan masa berakhirnya secara eksplisit.
Perbandingan mendalam antara PKWT dan PKWTT dari berbagai aspek ketenagakerjaan.
| Aspek | PKWT | PKWTT |
|---|---|---|
| Bentuk Perjanjian | Wajib tertulis menggunakan Bahasa Indonesia | Bisa lisan atau tertulis |
| Jangka Waktu | Maks. 2 tahun untuk kontrak pertama, perpanjangan maks. 1 tahun, total maks. 5 tahun | Tidak terbatas, berlaku sampai diakhiri |
| Jenis Pekerjaan | Hanya untuk: pekerjaan selesai sekali, musiman, berkaitan dengan produk baru/ujicoba, tidak bersifat tetap | Semua jenis pekerjaan, termasuk pekerjaan tetap dan berkelanjutan |
| Masa Percobaan | Tidak diperbolehkan (sudah dibatasi waktu) | Boleh, maksimal 3 bulan |
| Upah | Dibayar sesuai kesepakatan, minimal UMP/UMK, dibayar per periode | Dibayar sesuai kesepakatan, minimal UMP/UMK, dibayar per periode |
| THR | Berhak menerima jika sudah bekerja 3 bulan berturut-turut | Berhak menerima secara penuh |
| Cuti Tahunan | Proporsional sesuai masa kerja (12 hari/tahun penuh) | Penuh 12 hari/tahun setelah 12 bulan kerja |
| BPJS Ketenagakerjaan | Wajib didaftarkan oleh pemberi kerja | Wajib didaftarkan oleh pemberi kerja |
| BPJS Kesehatan | Wajib didaftarkan | Wajib didaftarkan |
| Pengakhiran | Berakhir otomatis saat jangka waktu habis, tidak perlu PHK | Harus melalui proses PHK dengan alasan dan prosedur tertentu |
| Uang Pesangon | Kompensasi: 1x upah jika kontrak < 1 tahun, 2x upah jika > 1 tahun (bukan pesangon PHK) | Berhak atas pesangon PHK sesuai masa kerja (1x s.d. 9x upah) |
| Perpanjangan | Bisa diperpanjang maksimal 1 kali dan total tidak melebihi 5 tahun | Tidak relevan — tidak ada perpanjangan |
| Alih Daya (Outsourcing) | Bisa dilakukan melalui perusahaan alih daya untuk pekerjaan tertentu | Tidak bisa di-outsourcing, harus langsung dengan pemberi kerja |
| Keanggotaan Serikat Pekerja | Berhak menjadi anggota | Berhak menjadi anggota |
Hal-hal krusial yang sering menjadi sengketa di lapangan terkait PKWT dan PKWTT.
Visualisasi timeline perjanjian kerja waktu tertentu dari awal hingga berakhir atau berubah status.
Jawaban atas pertanyaan umum seputar PKWT dan PKWTT di lapangan.
Pelajari situasi nyata dan analisis jenis perjanjian kerja yang tepat. Klik untuk membuka jawaban.
Jawab 8 pertanyaan berikut untuk mengukur pemahaman Anda tentang PKWT dan PKWTT.
Ingat selalu poin-poin berikut saat menangani perjanjian kerja di organisasi Anda.
PKWT tanpa dokumen tertulis batal demi hukum dan otomatis menjadi PKWTT.
Seluruh masa PKWT termasuk perpanjangan tidak boleh melebihi 5 tahun. Setelah itu wajib PKWTT.
PKWT dilarang memiliki masa percobaan. Sudah dibatasi waktu, tidak perlu percobaan lagi.
PKWT hanya untuk: selesai sekali, musiman, produk baru/ujicoba. Pekerjaan tetap wajib PKWTT.
Akhir PKWT membayar kompensasi (1x/2x upah), bukan pesangon PHK. Jumlahnya jauh berbeda.
Upah minimum, THR, cuti, BPJS — hak-hak dasar ini berlaku untuk PKWT maupun PKWTT.
Daripada menyusun dari nol dan berisiko salah pasal, pakai template kontrak kerja yang sudah kami siapkan — atau konsultasikan langsung kasus spesifik perusahaan Anda.