Panduan dasar memahami apa itu struktur & skala upah, kenapa wajib disusun, dan langkah sederhana membuatnya — cocok untuk HR baru maupun pemilik usaha kecil.
Pedoman resmi penyusunan struktur & skala upah.
PP 36/2021 Pasal 21: pengusaha wajib menyusun & menerapkan.
Definisi, ketentuan wajib, alur sederhana, studi kasus, kuis.
Tiga rujukan utama yang jadi pegangan setiap kali membahas struktur & skala upah di Indonesia.
Pasal 92 UU Ketenagakerjaan (sebagaimana diubah UU Cipta Kerja) mengatur bahwa pengusaha menetapkan kebijakan pengupahan, salah satunya lewat struktur & skala upah, dengan memperhatikan kemampuan perusahaan.
Peraturan Pengupahan. Pasal 21 ayat (1): pengusaha wajib menyusun & menerapkan struktur & skala upah. Pasal 24: jadi acuan gaji karyawan dengan masa kerja 1 tahun atau lebih.
Mengatur definisi resmi, tahapan penyusunan, contoh format, serta kewajiban pemberitahuan struktur & skala upah kepada pekerja secara perorangan.
Dua istilah ini selalu disebut berdampingan karena memang saling melengkapi — satu soal "urutan", satu lagi soal "angka".
Susunan atau urutan golongan jabatan dari yang paling rendah sampai paling tinggi tanggung jawabnya.
Kisaran nominal upah — dari yang terkecil sampai terbesar — pada tiap golongan dalam struktur tadi.
Poin-poin yang paling sering ditanyakan soal kewajiban struktur & skala upah, dirangkum dalam satu tabel.
| Aspek | Ketentuan |
|---|---|
| Siapa yang wajib | Semua perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh (PP 36/2021 Pasal 21) |
| Unsur yang dipertimbangkan | Golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi (Permenaker 1/2017) |
| Acuan upah masa kerja <1 tahun | Tetap mengikuti upah minimum (UMP/UMK) yang berlaku (PP 36/2021 Pasal 24 ayat 1) |
| Acuan upah masa kerja ≥1 tahun | Wajib berpedoman pada struktur & skala upah (PP 36/2021 Pasal 24 ayat 2) |
| Cara penyusunan | Boleh pakai contoh pada lampiran Permenaker 1/2017, atau metode lain (Pasal 6) |
| Kewajiban pemberitahuan | Wajib diberitahukan kepada pekerja secara perorangan (Permenaker 1/2017 Pasal 8) |
| Peninjauan | Dapat ditinjau berkala oleh perusahaan sesuai kemampuan & produktivitas |
| Bentuk dokumen | Tertulis, umumnya jadi lampiran Peraturan Perusahaan atau PKB |
| Sifat hasil akhir | Pedoman internal — tetap ada ruang negosiasi dalam rentang, bukan angka mati per orang |
Dua sisi yang perlu dipahami bersama supaya struktur & skala upah tidak berhenti jadi dokumen di laci.
Versi dasar dengan metode Range Spread — cukup untuk mulai membuat draf awal, tanpa perhitungan rumit.
Setelah paham alurnya, langsung praktik pakai generator gratis dari HRGabut-Consultant — hasilnya bisa diunduh sebagai draf awal.
Seputar hal-hal yang sering jadi area abu-abu di lapangan.
Situasi nyata di usaha kecil-menengah. Klik tiap kartu untuk melihat analisisnya.
Jawab 7 pertanyaan berikut untuk mengecek pemahaman dasar Anda.
Enam hal yang paling penting diingat setelah menyelesaikan modul dasar ini.
Struktur soal jenjang golongan, Skala soal angka rupiah di tiap golongan.
PP 36/2021 mewajibkan semua perusahaan menyusun & menerapkannya.
UMP/UMK sebagai batas bawah, Permenaker 1/2017 sebagai pedoman teknis.
Menyusun saja tidak cukup — harus disosialisasikan ke tiap pekerja.
Karyawan dengan masa kerja setahun lebih, gajinya mengikuti struktur.
Struktur bukan sekali jadi — perlu dievaluasi ulang secara rutin.